Bacaan Tawasul Singkat Nu _top_

Setelah niat, biasanya dilanjutkan dengan pembacaan Al-Fatihah yang dialokasikan secara global. Berikut bacaan penyebutannya yang singkat:

"Ilaa hadhrati walidayya (kepada kedua orang tuaku), wa ilaa hadhrati (sebut nama, misal: Bapak H. Ahmad, Ibu Siti, dan seluruh keluarga yang telah wafat)... lahumul faatihah." bacaan tawasul singkat nu

Setelah membaca Al-Fatihah (dan Surat-surat pendek jika ada), ditutup dengan doa tujuan: (...dan kepada arwah ayah, ibu, kakek, nenek kami, serta kepada orang yang menjadi sebab kami berkumpul di tempat ini). lahumul faatihah

Pencarian ini merujuk pada teks bacaan Tawasul yang lazim digunakan dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU) , khususnya yang disusun oleh Habib Luthfi bin Yahya . Bacaan ini sangat populer di kalangan warga Ahlus Sunnah wal Jama'ah Asy'ariyah di Indonesia karena sifatnya yang ringkas (singkat) namun mencakup seluruh rangkaian tawasul standar. Setelah bacaan di atas, hadiahkan pahala kepada orang

Setelah bacaan di atas, hadiahkan pahala kepada orang tua, guru, atau keluarga yang telah meninggal.

(Kemudian dilanjutkan niat kepada para ulama/wali, biasanya 5 atau 7 nama, dan ditutup dengan niat untuk tujuan acara tersebut. Dalam versi singkat, rangkaian ini diringkas langsung menuju penutup).

(Artinya: “Kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, istri-istri dan keturunannya, serta seluruh nabi dan rasul, ahli badar dan para syuhada, para guru kami dari jalur Imam Naqsyabandi, dan seluruh kaum muslimin-muslimat, mukminin-mukminat dari timur hingga barat, kepada mereka semua saya hadiahkan Al-Fatihah.”)